KodeKreasi

kodekreasi

Apa itu mongo db ? – MongoDB Tutorial

1 min read

Apa itu MongoDB

Seiring dengan berkembangnya teknologi pada pengembangan sofware akhir-akhir ini membuat database NoSQL semakin dilirik oleh para developer . Database NoSQL sendiri hadir untuk menutupi kekurangan dari basis data SQL yang cenderung kaku dan susah diperbesar skalanya.

Apa itu Mongo DB ?

Apa itu mongo db
sumber : upsplash

MongoDB adalah salah satu database NoSQL (Not Only SQL) berbasis dokumen (Document-Oriented Database) yang bersifat opensource. MongoDB dikembangkan dan dikelola oleh MongoDB.Inc sejak tahun 2009. Sampai saat ini , MongoDB termasuk basis data NoSQL yang cukup pesat perkembangannya dimana sampai saat ini penggunanya sudah mencapai 85 juta pengguna. MongoDB mendukung berbagai bentuk data hal itulah yang membuat basis data ini sering digunakan pada teknologi big data. Pada MongoDB penyimpanan datanya menggunakan Binary JSON (BSON) format sehingga pada database ini kita tidak akan menemukan istilah tabel, row atau field seperti yang sering kita temui pada SQL database. MongoDB cocok untuk usecase yang butuh penyimpanan dokumen yang cukup besar , dinamis, dan keperluan analisis secara real time.

Baca Juga : Apa itu MySQL ?

Kelebihan dan Kekurangan MongoDB

MongoDB memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kita perhatikan sebelum memilih basis data ini ke dalam project kalian . Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari MongoDB :

Kelebihan MongoDB

  1. Peforma yang ditawarkan oleh database MongoDB lebih cepat jika dibandingkan dengan basis data jenis SQL dikarenakan pada database MongoDB penyimpanan datanya menggunakan format Binary JSON (BYSON) sehingga lebih ringan.
  2. Sintaks query pada database MongoDB lebih sederhana dan mudah dipahami jika dibandingkan dengan basisdata SQL.
  3. MongoDB memiliki kemampuan skabilitas yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan . Dimana jika sewaktu-waktu kebutuhan penyimpanan data kalian meningkat , kalian dapat menambahkan beberapa server cloud untuk memperbesar penyimpanan kalian.
  4. Mendukung replikasi data , MongoDB sudah mendukung replikasi data atau pencadangan data ke dalam beberapa server yang berbeda sehingga dapat memaksimalkan kinerja server serta mengurangi resiko kehilangan data.
  5. Skema dokumen lebih fleksibel , MongoDB memiliki arsitektur penyimpanan data yang lebih dinamis sehingga database mampu digunakan untuk menangani jenis data tidak terstruktur maupun terstruktur.
  6. Lebih aman terhadap serangan sql injection dikarenakan oleh design dari basis datanya.
  7. MongoDB gratis untuk digunakan.
  8. Cocok digunakan pada Realtime analytics, content management, internet of things dll.

Kekurangan MongoDB

  1. Tidak mendukung transaksi, hal itu dikarenakan MongoDB menggunakan ACIS (tomicity, Consistency, Isolation, and Durability) yang tidak memerlukan transaksi.
  2. Menghabiskan banyak memori, seringnya terdapat duplikasi data yang diakibatkan oleh kurangnya fungsionalitas pada database ini dapat berakibat pada semakin banyaknya ruang memori yang digunakan.
  3. Ukuran data yang bisa digunakan hanya dibatasi sebesar 16 MB setiap dokumennya. Selain itu peforma nesting untuk dokumen juga dibatasi hanya 100 per levelnya.
  4. Sangat sensitif terhadap masalah pengindeksan yang dapat berakibat fatal pada peforma basis data.

Demikian adalah penjelasan singkat oleh kodekreasi mengenai apa itu Mongo DB beserta kelebihan dan kekurangan MongoDB. Terus, Kapan menggunakan MongoDB ? , maka jawabanya adalah pastikan dulu project yang akan kalian develop memang memerlukan fitur-fitur yang ditawarkan oleh MongoDB selain itu pastikan juga anda melihat kekurangan dari MongoDB sendiri untuk memastikan apakah aplikasi yang akan anda buat bener-bener bisa dibangun dengan menggunakan MongoDB sebagai basis datanya.

Pada tutorial selanjutnya kita akan belajar cara menginstall MongoDB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *